BANGI, MALAYSIA II BERITA NAAT -- Langkah strategis dalam mempertegas identitas genealogi dan sejarah Islam di Nusantara kembali dilakukan oleh jajaran pimpinan pusat Naqobah Ansab Auliya’ Tis’ah (NAAT). Pada tanggal 2 April 2026, Ketua Umum DPP NAAT, KH. R. Ilzamuddin Sholeh, menghadiri undangan terhormat sebagai panelis dalam Sidang Meja Bulat (Roundtable Discussion) yang diselenggarakan oleh Sekretariat Syeikh Jumadil Kubra (SSJK) bertempat di Sudut Wacana ATMA, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi.
Pertemuan internasional bertajuk “Genealogy, Migration and Islamisation: Strengthening the Narrative of Familial Ties Between Uzbekistan and the Nusantara” ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi delegasi dari Uzbekistan. Hadir dalam acara tersebut sarjana sejarah terkemuka Uzbekistan sekaligus pendiri Yayasan Penyelidikan Saintifik Makhdumi Azam Dahbedi, Professor Doctor Sayyid Kamil Khan Kattayev, serta perwakilan Pemerintah Uzbekistan, Timbalan Gabenor Wilayah Samarkand, Kobilov Rustam Rajabboyevich.
Dalam kapasitasnya sebagai panelis, KH. R. Ilzamuddin Sholeh menyampaikan makalah ilmiah berjudul “The Musawi al-Hussaini Identity of Sayyid Jamaluddin bin Sayyid Hussain: Evidence from Javanese, Yunnanese and Central Asia Manuscript Traditions.” Makalah tersebut memaparkan bukti-bukti autentik dari berbagai tradisi manuskrip lintas negara yang mengukuhkan identitas Sayyid Jamaluddin Hussain al-Musawi al-Hussaini (Syeikh Jumadil Kubra) sebagai tokoh sentral yang menghubungkan sejarah Asia Tengah dengan dakwah Islam di Nusantara.
Kehadiran Ketua Umum DPP NAAT dalam forum ini didampingi oleh rombongan delegasi yang terdiri dari Ketua LP3SN DPP NAAT, KH. Abdul Hannan, serta Sekretaris NAAT Daerah Istimewa Madura (NADIM), KH. R. Abdul Hamid Rokib Suryodirjo. Kehadiran para pakar nasab NAAT ini bertujuan untuk memperkukuh kerja sama akademik serta menjejaki hubungan salasilah antara Uzbekistan dan Indonesia secara lebih mendalam dan saintifik.
Selain sesi diskusi panel, rombongan DPP NAAT juga dilibatkan dalam Majlis Menandatangani Memorandum Persefahaman (MoU) antara Universiti Malaysia Sabah (UMS), Sekretariat Sheikh Jumadil Kubra, dan Prof. Dr. Sayyid Kamil Khan Kattayev. Prosesi penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Timbalan Gabenor Samarkand, yang menandai babak baru kolaborasi penelitian sejarah dan genealogi antara institusi di Asia Tenggara dan Uzbekistan.
Selama kunjungannya di Malaysia, delegasi DPP NAAT dipusatkan di Kompleks Darul Islah Sungai Serdang, Selangor. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum krusial bagi NAAT dalam memperkuat narasi sejarah keluarga besar dzurriyah Walisongo di kancah internasional, sekaligus memvalidasi keterkaitan historis yang telah terjalin selama berabad-abad antara bumi Nusantara dan tanah Uzbekistan. (YHY 7 SB)