KOTA KINABALU II NAAT – Semangat kebersamaan antarnegara serumpun di Asia Tenggara berhasil dikristalisasi dalam acara SJK Silaturrahim Dinner Event yang diselenggarakan pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Bertempat di Phoenix Ballroom, Level 3, Likas Square Apartment Hotel, acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) dan City Tour di wilayah Sabah sepanjang hari.
Acara yang dihadiri oleh delegasi dari Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam ini dimulai tepat pukul 19.00 WITA. Kehadiran para tamu disambut dengan suasana penuh kekeluargaan sebelum akhirnya rangkaian resmi dibuka dengan pembacaan doa dan ayat suci Al-Quran oleh Al-Fadhil Ustaz Zaid Rosli.
Sambutan pembuka disampaikan oleh Aki LI selaku CEO Adam Charity Foundation, yang kemudian dilanjutkan dengan pidato dari perwakilan Universiti Malaysia Sabah (UMS), Dr. Amer Hudhaifah. Dalam sesi ini, pentingnya sinergi antara lembaga sosial, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga warisan leluhur ditekankan secara mendalam.
Secara bergantian, para perwakilan delegasi dari Indonesia, Filipina, dan Brunei Darussalam diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Menariknya, presentasi dilakukan secara fleksibel; beberapa delegasi berbicara dari tempat duduk masing-masing untuk menciptakan suasana diskusi yang intim, sementara sebagian lainnya naik ke atas panggung utama yang telah disiapkan panitia.
Momen yang paling menyita perhatian peserta adalah saat Ketua Umum NAAT Indonesia, KH. R. Ilzamuddin Sholeh, memberikan sambutan. Suasana ballroom seketika riuh oleh tepuk tangan saat KH. R. Ilzamuddin Sholeh memulai narasinya dengan dua buah pantun khas yang mencairkan suasana.
Dalam penyampaiannya, Ilzam banyak bernostalgia mengenai sejarah awal pertemuan NAAT Indonesia dengan keluarga besar Jumadil Kubra di Asia Tenggara. Ia menceritakan bagaimana proses panjang komunikasi dan kerja sama yang dibangun sejak awal akhirnya dapat membuahkan pertemuan fisik yang sakral di malam tersebut.
"Kebersamaan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan titik temu emosional antara keturunan dan penggiat sejarah yang memiliki akar yang sama," ujar Ilzam dalam kutipan yang disampaikan kepada media Assufah.
Sebelum jamuan makan malam dimulai, sebuah sesi berbagi (sharing session) bertajuk “Recent Trip to Pagar Ruyung” dipaparkan oleh Zera (Maulana Malik Ibrahim). Presentasi ini memberikan gambaran visual dan historis mengenai perjalanan ke tanah Minangkabau yang memiliki keterkaitan erat dengan jejaring kekeluargaan di Nusantara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh delegasi sebagai simbol persatuan. Tepat pukul 20.30 WITA, Silaturrahim Dinner disajikan, memberikan ruang bagi para peserta untuk berinteraksi lebih personal lintas negara. Acara secara resmi dinyatakan selesai pada pukul 21.30 WITA dengan membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjaga data digital dan informasi sejarah melalui koordinasi yang dilakukan oleh Gus Islah Hamida selaku Badan Koordinasi dan Informasi data digital NAAT.