MAGETAN II NAAT -- Rangkaian Safari Ramadhan 1447 H/2026 M yang dilaksanakan oleh Ketua Umum NAAT telah dilanjutkan ke Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya agenda serupa dilaksanakan di Kedaton Al Bayan, Kota Bekasi.
Rombongan Dewan Pimpinan Pusat NAAT yang terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, serta unsur berbagai lembaga di lingkungan DPP telah diterima secara langsung oleh pengasuh pesantren, KH Ubaidillah Ahror. Dalam penyambutan tersebut, beliau didampingi oleh Ustadz Hasan yang selama ini dipercaya untuk mendampingi berbagai urusan kepesantrenan.
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu telah dilaksanakan di ruang utama kediaman pengasuh dalam suasana penuh kekhidmatan. Sejumlah isu strategis telah dibahas secara mendalam, khususnya terkait kelanjutan nasab Walisongo yang dinilai masih memerlukan pengkajian lanjutan. Manuskrip tentang orang tua Sunan Ampel disebutkan turut menjadi perhatian, demikian pula dinamika nasab Sunan Kalijaga serta pembahasan mengenai garis keturunan Sultan Hasanuddin. Berbagai data historis dan manuskrip yang berkembang disebutkan telah didiskusikan sebagai bagian dari upaya menjaga validitas dan kesinambungan sejarah.
Selain pembahasan nasab, dinamika dan eksistensi NAAT di kawasan Asia Tenggara juga telah menjadi agenda penting. Perkembangan jaringan organisasi di berbagai negara dipandang memerlukan penguatan koordinasi dan konsolidasi kelembagaan. Rencana kegiatan Multaqo tahun 2027 pun telah disinggung sebagai momentum strategis untuk mempertemukan para dzurriyah dan pengkaji nasab dalam skala yang lebih luas.
Aspek penguatan ekonomi organisasi NAAT turut dibahas sebagai fondasi keberlanjutan program. Di samping itu, pembentukan DPW NAAT Jawa Timur telah menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian serius dalam rangka memperkuat struktur organisasi di tingkat wilayah.